Refleksi diri I
BAB 4 bagian E, F, G dan H
BAB 4 bagian E, F, G dan H
TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN
E.Action
Learning Dalam Pendidikan
Action Learning sangat popular dikalangan akademisi
dan praktisi sumber daya manusia (SDM) karena pendekatan ini banyak dilakukan
dalam pelatihan dan pengembangan SDM, baik SDm di perusahaan maupun SDM lembaga
pendidikan.
Action Learning dicetuskan oleh Reg Revans pada tahun
1971 di Amerika Serikat. Revans menggambarkan action learning merupakan sebuah
cara pengembangan intelektual, emosi,
maupun fisik seseorang atau kelompok orang yang terlibat dalam sebuah
organisasi. Dalam action learning terdapat 3 komponen utama, yaitu (1) orang
yang menerima tanggung jawab untuk bertindak mengenai masalah yang dihadapi
pimpinan lembaga pendidikan, (2) tugas
yang ditetapkan untuk setiap unsur organisasi (job description), dan (3) tim kerja yang akan
merumuskan berbagai permasalahn yang
dihadapi organisasi atau lembaga yang saling mendukung agar terjadi sinergi
untuk kemajuan organisasi.
Pendekatan action learning paling pas digunakan
untuk kebutuhan lembaga pendidikan, action learning digunakan jika kebutuhan
yang akan dibahas lebih sederhana, jelas, kritis dan bersifat segera.
F.
Sinergi Positif Dan Negative Sistem Informasi Dan Strategi Pendidikan
Dalam menyusun suatu lembaga pendidikan , salah satu
pekerjaan yang harus dilakukan adalah membuat portofolio operasional lembaga
pendidikan dan merekomendasikan strategi yang cocok untuk setiap lembaga
pendidikan. Akan tetapi, ketika memulai untuk melakukan pengumpulan informasi
dalam pembuatan portofolio di lapangan, berbagai kendala akan muncul seperti
kondisi persaingan, pertumbuhan lembaga
pendidikan, pangsa pasar lembaga pendidikan, maupun prediksi masa depan lembaga
pendidikan tersebut.
Dalam proses pengumpulan informasi untuk pembuatan ;ortofolio
ada sebuah lembaga pendidikan yang dapat melakukannya dengan mudah, kerena
lembaga pendidikan tersebut sudah mensinergikan sistem informasi dengan seluruh
aktivitas lembaga pendidikan, terutama dalam membuat database untuk
mempersiapkan perencanaan strategi.
G.
Pendekatan Human-Centered Dalam Manajemen Pendidikan
Munculnya berbagai konseo dan strategi pada lembaga
pendidikan, berkaitan dengan situasi persaingan antara lembaga pendidikan yang
ada.Anmun, munculnya fenomena persaingan tersebut dipicu oleh cepatnya
perkembangan dan perubahan teknologi informasi yang semakin mutakhir.Untuk
mampu menguasai teknologi informasi yang optimal, setidaknya diperlukan
prasyarat umum yang memerlukan kesiapan baik SDM maupun Sumber Daya Material.
Berkaitan denga hal tersebutakan diuraikan mengenai
(1) teknologi informasi dan keunggulan kompetitif, (2) factor manusia dalam
manajemen informasi (3) human-centered approaches VS machine-centered
approaches.
H.
Keamanan Sistem Informasi, Moral, Etika, Dan Hukum Teknologi Infornasi
1. Keamanan Sistem Informasi
Keamanan
sistem informasi menjadi bagian yang sangat penting untuk menjaminkeutuhan dan
data dan informasi yang akan dihasilkan.
Uoaya yang dilakukan untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan yaitu menyusun visi bersama guna melindungi
dan mengamankan data dan informasi. Visi
yang telah dituangkan dalam bentuk
prosedur manajemen kendali sehingga
semua komponen dala organisasi ikut terlibat dalam pengamanan. Menurut Hary
Gunarto dalam Budi Sutedjo (2002: 191-210) terdapat 3 pengendalian data dan
informasi meliputi (1) pengendalian sistem informasi, (2) pengendalian
procedural, (3) pengendalian fasilitas.
2. Moral, Etika, dan Hukum Teknologi Informasi
Menurut
McLeod dalam Budi Sutedjo (2001: 90) moral merupakan kebiasaan dalam
mempercayai oerilaku baik atau buruk. Oelh sebab itu, moral merupakan institusi
sosial yang memiliki sejarah dan sederetan peraturan ketika semua individu harus bertanggung jawab terhadap perilaku
sejak seseorang masih kecil. Sedangkan etika merupakan serangkaian
petunjuk yang harus diikuti,
memiliki sandar atau idealism yang
diterima oleh perorangan, kelompok, atau suatu komunitas teknoligi informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar