Refleksi
Diri ke-IV
BAB 7 bagian A, B, dan C
BAB 7 bagian A, B, dan C
Peranan
SIM Dalam Pengambilan Keputusan Bidang Pendidikan
A.
Pengambilan
Keputusan
Secara etimologi kata decide
berasal dari Bahasa latin prefik de yang berarti off, dan kata caedo yang berarti to cut. Hal
ini berarti proses kognitif cut off yang berarti sebagai tindakan memilih
diantara beberapa alternative yang mungkin.
(George R. Terry dalam Iqbal Hasan,
2002: 9) pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap
hakikat alternative yang dihadapi dan menganbil tindakan yang meurut
perhitungan adalah tindakan yang paling tepat.
Pengambilan keputusan memilki 2
fungsi yaitu (1) pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang terarah
dan sadar, baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara
institutional mauoun secara organisassional, (2) sesuatu yangbersifat futuristik,
artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, di mana
efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Adapun tuuan dari adanya
pengambilan keputusan yaitu (1) tujuan yang bersifat tunggal, terjadi apabila
keputusan hanya menyangkut satu masalah, (2) tujuan yang bersifat ganda,
gterjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah.
Menurut Ibnu Syamsi (1995: 13)
unsur-unsur dalam pengambilan keputusan yang harus dipertimbangkan adalah sbb:
1. Tujuan
dari pengambilan keputusan
2. Identifikasi
alternative-alternatif keoutusan untuk memecahkan dipilih utnuk mencapai tujuan
tersebut
3. Perhitungan
mengenai factor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau diluat
jangkauan manusia (uncontrollable events)
4. Sarana
atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan
keputusan.
Dalam proses pengambilan keputusan,
suatu organisasi maupun lembaga pendidikan, tidak terlepas dari factor-faktor
yang mempengaruhinya, yaitu sbb:
1. Posisi
atau kedudukan
2. Masalah
3. Situasi
4. Kondisi
5. Tujuan
Pendapat
lain mengatakan bahwa factor-fakctor yang mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan adalah sbb:
1. Keadaan
internal organisasi
2. Keadaan
eksternal organisasi
3. Tersedianya
informasi yang diperlukan
4. Kepribadian
dan kecakapan pengambilan keputusan
Pada prinsipnya seorang pimpinan
lembaga pendidikan selalu mencari perilaku yang rasional dalam bertindak.Namun,
karena pimpinan tersebut memiliki keterbatasan dalam kapasitas kognitifnya,
informasi, dan nilai-nilainya, harus dicari informasi terhadap alternative yang
mungkin diambil serta konsekuensi yang menyertai setiap alternative.
Oengumpulan informasi dan
persyaratan proses informasi terjadi melalui kapabilitas masing-masing lembaga
pendidikan atau individu lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu, lembaga
pendidikan dapat mengatasinya dengna mengadopsi salah satu model dari model
pengambilan keputusan berikut ini.
a. Rational
model
b. Political
model
c. Anarchy
model
d. Process
model
Tidak ada komentar:
Posting Komentar