Refleksi
Diri ke-III
BAB 6 bagian D&E
D.
Menciptakan
Hubungan Yang Harmonis Dala Lembaga Pendidikan
BAB 6 bagian D&E
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
memiliki peran yang sangat kuat karena memiliki asset yang sangat penting dalam
sebuah lembaga pendidikan. Untuk menciptakan hubungan yang harmonis, di anatar
mereka perlu mengubah pla pendekatan dari pendekatan control ke pendekatan
komitmen. Perbedaan pendekatan control pimpina berusaha mengawasi bahawannya
dan memutuskan apa yang harus dilakukan, adapun pendekatan komitmen membangun
budaya keterlibatan yang tinggi (high involvement culture) yang dicapai melalui
pemberdayaan (empowerment). Untk
menciptakan hubungan yang harmonis dalam lembaga pendidikan ada 2 arah dan
menciptakan sistmen pengembangan SDM
yang terpadu.
1. Menciptakan
Komunikasi yang Harmonis
2. Menciptakan
Sistem Pengembangan SDM Terpadu
Dalam realita, konflik merupakan
sesuatu yang sulit dihindari karena berkaitan erat dengan proses interaksi
manusia. Istilah konflik berasal dari Bahasa latin, com yang berarti bersama
dan figere berarti melanggar. Dengan demikian, konflik merupakan ekspresi pertikaian
individu yag diekspresikan, diingat dan dialami (pace&Faules, 1994: 249).
Berdasarkan hal di atas, ada 2 hal
yang harus diperhatikan dalam konflik.Pertama, konflik terjadi karena adanya
interaksi yang disebut komunikasi. Kedua, konflik tidak selamanya berkonotasi
buruk tetapi bisa menjadi sumber pengalaman positif
1. Konflik
Dalam Lembaga Pendidikan
Adapun
konflik yang terdapat dalam lembaga pendidikan mucnul dalam berbagai tingkatan
manajemen sesuai dengan struktur lembaga pendidikan tersebut.Ada 3 bentuk
konflik yang terdapat dalam lembaga yaitu.
1. Konflik
pribadi (personal conflict)
2. Konflik
antarpribadi (interpersonal conflict)
3. Konflik
lembaga (institutional conflict)
2. Sumber-Sumber
Konflik Dalam Lembaga Pendidikan
1. Lingkungan
eksternal
2. Ukuran
(size)
3. Teknologi
(Technology)
4. Tujuan
(goals)
5. Struktur
(structure)
3. Dampak
konflik
Melemahnya
hungan antarpribadi, timbulnya sikap marah, perasaan terluka, serta
keterasingan.Inilah yangmerupakan dampak negative dari terjadinya konflik.Namun
di samoing itu konflik juga dapat membawa dampak positif yaitu meningkatkan
interaksi, menumbuhkan kreativitas, menjembatani penyelesaian masalah.Mendorong
penyampaian infirmasi anatrindividu, dan menguji kekuatan ide.
4. Menangani
Konfli Dalam Lembaga Pendidikan
Konflik
yang biasa terjadi adalah konflik horizontal dan vertical.konflik horizontal
terjadi atara tenaga kependidikan, sedangkan dalam menangani konflik vertikal,
pimpinan harus lebih peduli terhadap bawahannya, dan meningkatkan partisipasi
setiap anggota organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar